Halo guys, ini ada HP gila lagi dari Infinix. Anda masih inget nggak sama Galaxy Edge? HP Samsung yang jualan feeling spesial karena bentuknya super tipis. Cuma 5.8mm, beratnya 163 gram.
Sesuai sama dompet usernya setelah beli. Karena harganya mahal ya, hampir 20 juta. Beuh, mending S25 Ultra bang! Mending ini, mending itu! Atau kalau mau cari HP tipis doang, mending Infinix Hot 60 Pro Plus yang kali ini kita bahas.
Bentuknya juga penyet, baterenya lebih gede, bobotnya malah lebih enteng, dan harganya juga jauh jauh lebih murah dari Samsung. Di 2 jutaan aja.
Diskonnya hampir 80% dari Samsung. Bener bener ya, King Phoenix ini. Let’s go lah, kita lihat bareng sebagus apa Infinix Hot 60 Pro Plus ini.
Cuma menang tipis doang kah? Atau malah bisa saingan sama 2 juta lain? Kayak seri Note 50, yang juga luar biasa, dulu pernah kita bahas, kita juga bakal bandingin sama TECNO, yang mantap abis di 2 jutaan, Transsion semua. Kita lihat dulu kotaknya. Desain kotaknya Infinix sekali ya, ada warna hijau, kebanggaan Infinix, itu warna brand mereka, ada Infinix dan JKT48.
Mereka sedang kolaborasi di pojok kanan atas ini, ada efek seperti kertas yang mau dibalik, atau stiker yang mau ditarik gitu.
Memang desainnya mirip kayak Hot 60 Pro kemarin ya, yang udah pernah kita unboxing juga, itu juga HP yang bagus banget. Kalau teori saya sih, ada efek kertas yang dibalik itu, pengen nunjukin kalau HPnya itu setipis dan seringan kertas, walaupun nggak selebai itu ya. Tapi emang Infinix sangat membanggakan desain mereka yang super tipis ya, ada cuma 5.95mm buat Hot 60 Pro Plus ini, sampai mereka tulis ini, Slim Record Redefine.
Karena HP ini megang rekor sebagai HP dengan layar lengkung yang tertipis saat ini. Mereka nggak berani bilang HP tertipis saat ini, karena itu Samsung aja udah lebih tipis kan. Tapi kalau HP lengkung, dia ngeklaim sebagai yang paling tipis mecahin Guinness Book of Record. Itu harusnya legit ya, resmi banget. Di bawahnya ada fitur Infinix AI Phone, ada siluet dari HPnya, ada bentuk 3 kamera, di sini ada gambar-gambar kayak bunga-bunga, dan ada tulisan 60.
Buat nandain seri HPnya, Hot 60, ada memori internal 256GB, dan RAMnya 8GB plus 8GB. Yang bener cuma 8GB. Ini ada Sony IMX882 buat kamera utamanya, ada In-Display Fingerprint, ada Sound by JBL, terus di sini ada fitur-fitur yang lain lagi, ada Hot 60 Pro Plus, di sini ada layar 144Hz, ada 5 year fluency, itu klaim mereka doang kalau dia bakal lancar sampe 5 tahun ke depan, ada IP64 tahan hujan, pake Corning Gorilla Glass 7i, ada NFC, ada bonus Smart Friend, ada Carlcare Service 12 bulan, di sebelah kanan ada Beautiful Beast, tipis tapi sadis. Di belakangnya ada spek-spek lengkap yang bakal sangat panjang, kalau dibacain sini, saya bacain yang penting yang utama aja, 256 plus 8, tebelnya 5.95, baterenya 5160, 144Hz, MediaTek Helio G200, ini OneTap AI, ada kamera 50MP, rasanya nggak ada fitur atau spek yang dikurangin ya, walaupun dia punya bentuk yang tipis, sampe mecahin rekor.
Kita lihat aja bentuknya kayak gimana. Oh iya, di sini ada ketulis varian warna yang kita unbox ini, Titanium Silver. Dia punya 6 varian warna ya, ada Sleek Black, Titanium Silver yang ini, ada Coral Tides, Misty Violet, Sonic Yellow, dan Moco Cyber Green.
Bener-bener fokus soal gaya banget nih HP. Sekarang kita lihat saja penampakan HPnya seperti apa.
Di sini ada bungkus dari HPnya, kita taruh dulu di kiri buat lihat kelengkapannya sebentar, kita dapetin ada tempered glass lho, walaupun ini belum dipasang ya. Kalau misalnya anda nggak pede pasang, mungkin bisa minta temen anda yang udah ahli, atau bawa ke kaunter, kasih duit… Duit apa yang nggak.
.. yang ramah ke keluarga? Duit kopi? Duit.
.. Duit apa ya? Ya gitu, duit masang ya, duit masang. Terus kita bakal dikasih casing yang agak doff-doff, ini tipe hardcase punya, di kanan sama kirinya dia bolong, mungkin biar mendukung desain HPnya yang kanan kirinya pun tipis sekali, terus dibikin bening biar warnanya juga keluar, tidak mau ditutup-tutupin, tapi tetap ada proteksinya.
Di pojokan sini juga ada detail-detail garis-garis gitu sih, mungkin biar lebih nge-grip, atau ada tonjolan kalau misalnya HPnya jatuh di bagian sudut seperti ini, terus ada Smart Friend 792GB! Ini apa? 33GB setiap bulan selama 24 bulan. Kan dicicil ya, tapi itu ada bayar lagi nggak sih? Gua nggak pernah pake paket ginian doang.
Atau kita harus bayar bulanan kan? Kalau itu kan percuma. Kok 33GB sebulan selama 2 tahun sih mantep ya? Kalau gratis ini. Ada license by Qualcomm seperti biasa, HP-HP Transsion sekarang selalu ada license by Qualcomm, walaupun chipsetnya tentu saja tetap pawang Mediatek.
Ada Hot 60 Pro Plus, petunjuk pengguna, terus ada stiker-stiker pelindung kalau misalnya kita pengen pasang tempered glass yang pakai perekat dari UV. Ini lumayan unik ya dikasih beginian, saya jarang liat di brand lain mungkin karena ada hubungannya sama si tempered glass yang ini. Jadi dikasih bawaan seperti ini. Di sini ada charger 45 Watt, terus ada kabel type A to type C. Oke standar, dan di sini ada SIM Ejectornya.
Oke, sekarang coba kita lihat si Infinix Hot 60 Pro Plus yang pegangnya pun udah berasa lucu ya, karena merasanya tipis sih. Ini feelingnya mirip kayak pegang Samsung Edge kemarin yang saya kagum, karena jarang-jarang ada HP setipis itu. Sementara si Infinix Hot 60 Pro Plus kita coba buka dulu.
Dari depan sih kelihatan seperti HP-HP yang punya layar lengkung biasa ya, tapi kalau kita lihat bagian sampingnya..
. Beuuh! Ini…
karena depannya dilengkungin, belakangnya dilengkungin, jadi efek tipisnya jadi makin ekstrim gitu. Padahal kalau kita lihat dari atas ini ya mungkin lumayan standar aja lah ya, padahal ini 5.95mm, dan di sini dia pres lagi, dia jepit lagi, dia sandwich lagi, jadi bagian yang bisa kita pegang mungkin sekitar 3-4mm doang, di genggaman kayak gini.
Itu ya rekayasa desain yang udah sering dipake di HP-HP yang lebih tebel oleh semua brand, dan biar efek genggaman kita, bagian yang kena kulit itu jadi lebih tipis, dan rasanya HP-nya makin tipis lagi. Ini juga sangat-sangat enteng ya.
Coba tolong timbangan dong. Kalau dari speknya sih 155 gram. Kita kurang mikrometer aja deh, itu yang kita jepit terus kita puter-puter gitu kan. Dulu dipake di lab fisika atau di..
. ya pokoknya di lab ipa-ipa gitu lah. 154! Bukan 155 kayak yang ditulis Infinix ya, berarti di studio kita mecahin rekor Guinness juga.
1 gram lebih tipis lah ya.
Dan hebatnya itu gimana ya? Kalau Samsung Edge kan dia memang lebih tipis, tapi banyak dikritik karena kameranya berkurang, baterainya juga dikurangin, ada spek-spek yang dikurangin lah, biar dia bisa jadi lebih tipis, karena emang ruangnya lebih sedikit. Tapi si Infinix, dia tetep pake spek yang mirip-mirip kayak HP 2 jutaan lain, kayak si POVA, kayak si Note, kayak si Camon. Ini harganya 2 jutaan semua, 2 setengah juta kurang lebih. Ini pake Helio G100, G200, G99, yang sama ngomong-ngomong 99, 100, 200 itu cuma rebranding doang.
Si Infinix ini, dia pake chipset yang sama, si Helio G200 di bentuk setipis ini, baterainya juga 5000 mAh, kameranya juga nggak berasa dikurangin, 50MP juga, stereo speaker, IP64, layar AMOLED. Gimana gitu caranya? Saya agak bingung di bagian situ. Kalau ini, si kotak ini, si Note ini juga 5200 mAh kok, jadi..
. Begitulah rasanya alesan-alesan yang biasa kita denger dan kita mengerti juga karena lebih tipis, lebih sedikit spek yang bisa dimasukin, jadi mental gara-gara ada HP ini. Mantep sih! Dan harganya juga, nggak jadi alesan buat naikin harga. Mereka bisa aja bilang engineeringnya susah, mikir R&Dnya bertahun-tahun.
Ya nggak juga. Kalau desain belakangnya ini standar saja, dia pake bentuk kamera yang kotak membulet gini, yang istilah gaulnya itu squircle, Infinix sendiri bilang ini terinspirasi dari…
Apa ya?
Gula kotak gitu. Jadi ya memang mirip sih bentuk sampe ukurannya. Disini kamera yang beneran sih cuma 50MP ya, dia cuma punya 1 aja, yang sensornya Sony IMX882, ini ada lampu flash, sementara yang dibawahnya ini cuma pelengkap saja, cuma hiasan aja. Oh iya, dibawah sini Infinix nyelipin IR Blaster juga ya, ini kayaknya udah mulai jadi tren buat HP-HP, buat nyelipin IR Blaster kesini, bukan bagian atas lagi. Di sebelah kiri ada tombol power, yang ada dikasih aksen warna hijau, di atasnya ada tombol volume, di atas sini, sisi atas ada speaker, JBL, ada mikrofon, terus ada.
.. tidak ada apa-apa, dan di bawah dia ada port type C, ada speaker lagi, mikrofon, dan SIM tray.
Yang bisa dimasukin 2 kartu nano SIM! Walah!
Kalau misalnya kita pengen memori internal yang lebih lega, pilih yang 256GB, kalau yang 128GB standar-standar aja, ngepas-ngepas aja, nggak bisa masuk banyak game. Kalau… buat gaming gimana ya?
Mari kita hidupkan saja! Di sini adalah Infinix, powered by Android. Layarnya melengkung, ini…
6.78 inci, 144Hz, terus kacanya pake Gorilla Glass 7i, yang biasa dipake di HP 5-6-7 juta. Damn! Eh, ada lampunya lho! Tuh-tuh-tuh-tuh-tuh-tuh!
Wih dih! Mayan ya, kalau lagi gelap gini atau… ruangannya lagi banyak ditutupin.
Sama kelihatan agak sedikit… Apa ini? Gundakan?
Gundukan? Gundukan juga di sini. Tipis. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Infinix Hot 60 Pro Plus!
Langsung disambut dengan 2 anggota dari JKT48, yang saya nggak kenal sih.
2 orang ini, 1 pasang ini. Saya cuma tahu Nabila dan…
Lu tau siapa? Hah? Melody, ya itu kayak angkatan…
Pernah 1. Oh iya, yang Haruka juga tau sih. Freya. Iya, Freya bener juga ya. Pernah 1 film tapi nggak pernah ketemu.
Nggak pernah ketemu ya, bahkan premiere-nya aja nggak ketemu. Kalau OSI anda yang lain, wih… Ini ada 3 pasang sih, jadi ada 6 orang jadi 1 per 8 dari 48 anggotanya.
Ada ini siapa? Ini silahkan… Kalau memang fans, kalau ini juga.
.. Ya seperti itu. Kalau kita pake wallpaper yang netral saja. Soalnya banyak wallpaper lain yang desainnya bagus-bagus juga.
Di sini vibes-nya kayak iOS, kayak ColorOS, nggak berasa kayak bikinan Infinix yang brandnya belum banyak yang kenal. Saya juga terkejut kalau misalnya saya ngobrol sama orang-orang yang nggak ngikutin HP sama sekali, kenal saya, temenan sama saya, tapi nggak nonton review gadget-gadgetan sama sekali. Infinix apa? Katanya Aiku apaan? Dia taunya OPPO, Vivo, Samsung, jadi pasar mereka di sana.
Kalau Infinix ini sayang sih kalau mereka nggak tahu kalau ada HP kayak ginian di pasaran. Karena ya gimana ya? 2.5 juta anda bisa dapetin HP seperti ini, yang desainnya sangat-sangat unik, yang belum banyak bisa ditiru brand lain, yang mau mirip kayak gini harus mahal, mahal di sini 2.5 juta aja, terus layarnya ini juga cantik sekali sih.
Kalau brightnessnya udah berasa agak terang, ini sebenarnya dia masih setengah doang. Kalau kita pentokin dia udah putih sekali saudara-saudara, dia high brightness mode-nya di 1600 nits, ini belum high brightness mode by the way, dia cuma bakal aktif kalau kena sinar matahari yang terang, dan pas saya tes, ya bikin layarnya masih tetap jelas, walaupun kita tantang matahari jam 9.30 yang lagi terik-teriknya.
Eh nggak, terik-teriknya, tapi udah terang banget. Layarnya juga AMOLED, warnanya bagus sekali, refresh ratenya tinggi, terus katanya sih ini resolusinya 1.
5K ya, tapi pas saya baca-baca katanya bukan 1.5K tapi cuma Full HD doang. Di sini saya coba cari settingan buat resolusinya, apakah ada? Kalau nggak ada berarti cuma satu aja. Resolu.
.. tidak ada. Sekarang coba kita screenshot. Oke, cara lihat resolusi dari layar itu gampang saja, pas kita screenshot, dia bakal nunjukin resolusi layarnya.
1080×2400. Ini 1080p sih, bukan 1.5K yang 1240an sekitar itu. Tapi tetap, ini layar yang bagus, dan dia juga diisi oleh OS yang bagus juga, udah mantep sekali, XOS atau apa ya, yang dari Transsion itu sama-sama beda nama doang. Ada AI-AI nya juga, ada Volux, ada Call Assistant, ada AI Note Subtitle, AI Gallery, ada Circle to Search, ada Gemini, kalau kita tahan seperti ini, Gemini ayo tolong dengarkan saya dan tulis apa yang saya.
..
Ngomong dari tadi, kalau misalnya miss satu saja, maka kamu bukan Gemini. Benar sekali, Gemini itu dengarnya itu udah bagus banget. Saya demoin 1 AI studionya aja buat ngedit-ngedit foto, ada AI Extender sih yang mungkin bakal sangat berasa bedanya kalau foto udah bagus tapi kita pengen perluas lagi.
Start Expansion, Domain Expansion 100 berapa 50-60 persen, kita lihat sealami apa Cimory Dairyland Farm Theme Park ini akan diperluas, ini kandang alpaka lagi minum, apakah sebelahnya tiba-tiba ada harimau nggak tau juga, harus kekoneks sama internet ya. Dan ini gratis, di HP 2 jutaan. Waduh…
Waduh… Parah sih. Ini nggak bisa digeser, hapus aja pake erasernya.
Ini kekonek lho, pohonnya bagus, pondoknya bagus, ini kandangnya tambah luas, seneng alpakanya kayak gini. Awannya alami banget lho. Wuh! Luar biasa. Kalau kita perluas lagi bisa jadi satu taman bermain sendiri mungkin.
Begitulah, saya nggak tau mau kritik apa, coba kita cari ya. Infinix biasanya dulu speakernya kurang.
Nah kita coba apakah speaker stereo-nya hanya gimmicks aja. Kita coba save and sound. HP tipis, seperti apa suaranya?
Not bad, suaranya pas, tapi ini udah 100% nggak super rame, tapi udah enak. Coba gimana… Untungnya kita pakenya NCS terus ya, no copyright sound, jadi aman.
Bassnya nggak ada. Wah ada tipis banget, sama agak-agak berantakan sih memang. Memang…
Ya oke lah, oke lah kalau saya diem. Dengerin aja, jadi oke. 7.5 lah, 7-7.5.
Nggak jelek, tapi nggak impresif juga. Nah bagaimana dengan speknya? Kita lihat skor AnTuTu-nya. 460 ribu, ini lagi-lagi udah standar Helio G99, 100 dan 200 ya. Tidak ada yang berbeda dari yang lain, dia sama-sama aja kayak HP-HP yang lebih tebel di sini.
Jadi… gitu, no komplit, tidak ada yang aneh-aneh. Buat settingnya, dia masih di high frame rate aja ya, jadi mentoknya di 60, sama resolusinya di HD.
Belum yang bisa Ultra, jadi di 60 fps maksimalnya, kalau misalnya ada update mungkin bisa jadi 90, atau kita itu ya, komplain ya. Kalau nggak salah ada tombol buat nge-komplain atau suruh muntunnya pikir ulang. Dan biasanya diterima, biasanya tiba-tiba ada unlock settingan, biar frame rate bisa lebih tinggi lagi. Kalau misalnya ke-unlock, performanya bakal lebih la..
.
Gila nih orang! Gini ya? Maniak loh, bener-bener maniak sih. Oke, udah nih 51 nih.
Tapi abis ini, walah! Kalau misalnya dia udah ke-unlock 90 fps, udah pasti bisa kena sampe sana juga, karena kita udah ngerasain di beberapa HP lain, Helio G200, dan kawan-kawannya, keturunannya, bisa dengan santai menarik MLBB 90 fps. Ini juga responnya mantep, layarnya cakep sih. Ini cakep sih HP ini. Kalau buat Genshin, game-game berat nggak bakal terlalu lancar ya.
Kalau Helio G99 yang paling ngebut yang pernah saya coba buat game ini, dia bisa kena di 38 atau hampir 40 gitu. Itu kayaknya report, tapi nggak tau HP apa udah lupa. Yang pasti tetap aman sih buat game-game apapun, asal kita menjaga ekspektasi saja. Settingan kita turunin banget, terus frame rate ya jangan ngarep yang sangat mulus, bisa lancar, stabil kayak gini aja udah oke buat HP 2 jutaan ya. Kalau HP 3 jutaan, 4 jutaan harus minta lebih sih.
Buat si Hot 60 Pro Plus sendiri, kalau di tes main Genshin setting lowest, dia rata-ratanya juga kurang lebih 30 fps saja.
Yang hebatnya sih Infinix entah gimana ya, cara mereka ngeting software gamingnya, karena suhu mainnya cuma 40 derajat aja. Mungkin karena ini tipis, jadi mereka lumayan ngejaga performanya, biar nggak lebih-lebih dari yang level nyaman ya. Yang penting suhunya adem karena bodinya juga tipis, thermalnya juga otomatis lebih beresiko. Sistem pendinginnya juga nggak bakal bisa semewah HP yang lebih tebel.
Sekarang kita cobain kameranya! Gimana performa kamera 50MP dari si Hot 60 Pro Plus ini? Kamera itu jadi bagian yang lumayan dikompromiin di Samsung Edge ya. Ada kamera telephoto yang dihilangin, apakah si 50MP ini juga di nerf atau di kurang-kurangin? Jawabannya ternyata tidak saudara-saudara.
Justru selama saya ngeliat hasil fotonya, entah karena ekspektasi saya yang nggak tinggi, karena HP-nya tipis, atau emang buat standar 2 juta ini bagus, tapi saya sering mikir, kok Infinix bisa bikin beginian? Bagus! Bagus banget! Dynamic range-nya luas! Ini saya coba motret daun-daun yang dibaliknya ada matahari, dan nggak ada overnya sama sekali.
Itu langitnya nggak ada putih, daunnya masih ada keliatan dengan jelas, warna hijaunya bagus, buat foto malam juga masih bening, lightingnya rapi, warnanya nggak pudar, noise nggak berasa, aneh sih bisa bikin beginian.
2 jutaan lagi-lagi. Buat perekaman kamera depan, Infinix Hot 60 Pro Plus bisa kena di resolusi yang tajam ya, di 2K 30fps. Mantap buat HP 2 jutaan, walaupun emang videonya goyang sih, videonya gempa sih. Kalau pengen yang stabil ada, ada tombolnya, stabilizer, kita tinggal tekan, langsung jadi mulus, tapi bayarannya adalah resolusinya yang diturunkan.
Jadi 1080p 30fps. Ada juga 1080p 60fps biar frame rate-nya lebih smooth, tapi dia nggak bisa stabil, jadi ini yang paling mending sih. Ini yang paling enak dilihat. Apalagi kalau di HP, nggak perlu yang terlalu tajam pun, udah berasa jelas. Ini dynamic range-nya lagi trik-triknya, nggak terlalu luas, belakang lumayan putih, tapi masih bagus buat HP yang harganya 2 jutaan.
Kesimpulan saya buat Infinix Hot 60 Pro Plus, saya nggak nyangka sih, Infinix bisa bikin HP setipis, seganteng, secantik ini, di harga 2.5 juta, tanpa banyak kompromi soal spek.
Itu sekali lagi sangat-sangat penting. Mereka nggak jadi in-body yang se-mini-mini buat tameng ya, jadi alesan buat ngurang-ngurangin spek itu nggak berasa. Chipsetnya masih dapet yang mantep buat 2 jutaan, baterai masih di atas 5000 mAh, kualitas layar juga super duper bagus, dari warna sampe brightness, kamera juga masih oke barusan kita lihat, fiturnya, sensornya berlimpa, dual speaker, NFC.
.. Walah…
Nggak ada headphone jack sih, tapi si Camon yang lebih tebel juga nggak ada headphone jack sih, kalau si OVA ada masih yang tebel, ini Note juga nggak ada headphone jack sih. Jadi saya nggak bisa bilang nggak ada headphone jack, itu kelemahan lagi ya, sayangnya kayak gitu ya. Saya berharap bisa bilang nggak ada headphone jack itu kelemahan, tapi sayangnya pasar mulai 2 juta pun udah ngarah ke sana. Nggak ada bagian yang harus dingertiin lah dari ini HP, mentang-mentang dia tipis, palingan kalau mau komplain, kalau mau kita banding-bandingin, dia nggak punya baterai 7000 mAh kayak si POVA, dia nggak punya desain yang ganteng, kotak yang tegas seperti Note 50, yang punya wireless charging, terus chargingnya 90 Watt, ya itu pilihan.
Dia juga nggak punya kamera ultrawide seperti TECNO Camon, ya itu karakter masing-masing HP 2 jutaan ini sih.
Kita juga nggak bisa bilang 3 HP ini terlalu tebel kan? Kok nggak bisa setipis Hot 60 Pro? Nggak bisa menang semuanya? Bisa banyak minta-minta di harga 2 juta gitu pun udah hebat sih, karena Transcend ini yang bikin kita bisa minta lebih buat duit yang nggak segila Flagship, hebat sih.udah gitu aja unboxing buat Infinix Hot 60 Pro Plus.



